Kombongan Masyarakat Adat Makale

Pertemuan seluruh Tokoh Masyarakat Adat di Hotel Pantan Makale Jumat, 19 April 2013 bertemu untuk membicarakan seni dan budaya. Acara ini di hadiri oleh seluruh tokoh masyarakat adat Makale, para Kepala Lembang/Lurah, dan seluruh pengurus Masyarakat di Wilayah Adat Makale.

Dalam sambutannya Bupati Tana Toraja, Bupati menjelaskan bahwa budaya adat adalah salah satu hal yang penting dimana itu merupakan identitas daerah. Lanjut dari pada itu Buapti mengatakan bahwa dalam budaya Toraja tidak pernah mengenal budaya tulis, dimana kisah-kisah perjuangan adat istiadat leluhur hanya dikisahkan dalam bentuk tuturan serta dongeng yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya.

 

 

Dalam pertemuan ini Bupati meminta agar ada kesimpulan yang dihasilkan, tidak seperti pertemuan Toraya Ma'kombongan yang diadakan pada bulan Juli 2012 yang hanya menghasilkan buah-buah pikiran dari beberapa tokoh masyarakat. Berkaitan dengan kegiatan ini Bupati menyampaikan bahwa hanya ada 2 daerah di Indonesia yang masuk Kawasan Strategis Nasional dalam bidang Seni dan Budaya berdasarkan Perpres (Peraturan Presiden). Adapun wilyah tersebut adalah Jogyakarta dan Toraja (Tana Toraja dn Toraja Utara).  Berhubungan dengan masuknya Wilayah Toraja dalam Kawasan Strategis Nasional di Bidang Seni dan Budaya maka Pemerintah Kabupaten Tana Toraja akan membangun Kantor Pusat Informasi Adat dan Budaya di Rantelemo, serta adanya bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk pembuatan Pasar Seni di sekitar Lapangan Makale. Menutup sambutannya Bupati Tana Toraja mengharapkan supaya kegiatan Ma'kombongan ini tidak sekedar ajang berkumpul, tapi juga untuk saling mendukung/membantu dalam hal memperkuat tali persaudaraan, pertemuan masyarakat adat  ini tidak hanya sampai di kombongan saja tapi untuk seterusnya dan harapan terakhir yaitu menyediakan waktu untuk bertemu dan berkumpul secara bersama-sama.

Dalam sambutan singkatnya, Ketua Masyrakat Adat Makale, Ny. Somba Sombolinggi mengatakan bahwa sekarang ini banyaknya terjadi pergerseran nilai-nilai adat dan budaya di Toraja. Selanjutnya Ketua Masyarakat Adat Makale mengharapkan Rancangan Undang-undang Masyarakat Adat pada tahun ini segera ditetapkan menjadi Undang-undang.