Pertambangan

Potensi pertambangan dan galian di Kabupaten Tana Toraja, berupa mineral logam dan non logam dapat ditemukan di Kecamatan Boggakaradeng dan di daerah aliran sungai (DAS) Saddang serta di beberapa anak sungai Saddang. Dalam uji petik pada salah satu penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa di Paton sebelah utara kota Kecamatan Bonggakaradeng, daerah ini diapit oleh DAS Masuppu dan DAS Saddang. Secara umum daerah ini ditempati oleh batuan gunung api Talaya dan batuan sedimen adang yang menutup tidak selaras formasi Toraja dan dibatasi struktur berupa patahan. Temuan gejala mineralisasi logam ternyata hanya berupa pirit dan uratkuarsa-silika tipis, namun dari batuan yang tersingkap dipermukaan tidak nampak adanya mineralisasi logam. Mineralisasi logam yang ditemukan berupa timah hitam dalam dua buah urat kuarsa pada batuan andesit mengandung galena dan kalkopirit dengan kandungan logam tembaga 0,2 – 0,6 %.

Bahan galian non logam industri yang terdapat di Kabupaten Tana Toraja berupa pasir (sungai), sirtu, gamping, marmer, kaolin, kuarsa dan ziolit. Hanya pasir sungai yang telah memberikan manfaat secara ekonomis pada PAD dari retribusinya, sementara batu gamping dan marmer baru dimanfaatkan untuk pondasi rumah dan pembuatan jalan. Bahan galian yang cukup banyak ditemukan berupa ziolit sangat potensial dan cukup baik bila dimanfaatkan untuk bahan baku campuran pakan ternak, penjernih air dan lain-lain. Manfaat endapan bahan galian toseki yang terdapat di sekitar DAS Saddang, saat ini oleh penduduk baru digunakan sebagai bahan bangunan padahal bermanfaat pula sebagai bahan galian industri.