Buntu Burake

PATUNG RAKSASA YESUS KRISTUS

 

Kawasan Wisata Religi Burake dengan icon patung raksasa Yesus Kristus menjadi destinasi wisata paling populer saat ini di Tana Toraja. Bagaimana tidak, Terletak di kelurahan Burake, kecamatan Makale, dengan total tinggi 40 meter patung ini diklaim sebagai patung tertinggi kedua di dunia setelah patung Yesus Kristus di negara Polandia.

 

Jarak yang relatif dekat dari jantung kota Makale sangat memudahkan pengunjung menjangkau daerah ini dengan menggunakan kendaraan apa saja. Berjarak sekitar 2 Km dari kota Makale, pengunjung hanya menempuh waktu 15 menit untuk tiba di lokasi ini.

 

Pembangunan kawasan objek wisata ini merupakan salah satu bentuk diservikasi pariwisata oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja. Selain untuk berwisata kawasan ini juga diperuntukkan untuk gelaran kegiatan keagamaan yang sejalan dengan misi religius.

 

KEINDAHAN BUNTU BURAKE

 

Kawasan wisata religi buntu Burake memiliki luas sekitar 152,36 Ha. Merupakan daerah perbukitan. Untuk mencapai patung Yesus Kristus, pengunjung akan meniti sebanyak 7777 anak tangga. Hal ini didasari budaya dan aluk (kepercayaan) awal masyarakat Toraja. (sumber : Disbudpar Tana Toraja)

 

Tidak hanya kemegahan patung raksasa Yesus Kristus di area ini juga terdapat gua yang berisi patung Bunda Maria. Selain itu landscape keindahan kota makale yang mampu memuaskan mata pengunjung juga ada tanaman hutan serta satwa liar unik berada di kawasan ini.

 

Karakter medan bebatuan kapur dengan tujuh puncak gunung nya (buntu), menjadikan Burake ini sangat potensial untuk pengembangan wisata penggiat alam bebas. Seperti ; jelajah wisata tracking, camping,penelusuran gua  gua purba serta panjat tebing.

 

SEJARAH BURAKE

 

Setiap area di Toraja adalah wilayah adat dan memiliki sejarah masing masing. Demikian juga Buntu Burake. Berdasarkan cerita turun temurun Burake dulunya bernama Sundallak. Berubahnya nama tersebut setelah lahirnya Tumbak (Burake). Pemberani, sakti serta sering berkomunikasi dengan dewata maka dari itu wilayah Sundallak berubah nama menjadi Buntu Burake.

 

Selain sejarah aluk todolo (kepercayaan asli suku Toraja), di lokasi ini juga merupakan mulanya pekabaran injil. Sekolah serta balai pelayanan kesehatan gratis juga didirikan di tempat ini (buissun.) Di lokasi ini juga terdapat monumen pekabaran Injil berupa kitab ukuran besar.

 

Di Buntu Burake terdapat belasan Tongkonan (wilayah adat). Diantaranya, Buntu Kada, Bubun Bai, Mangape Batu, Ke’pe, Simbuang, Bamba dll. ( sumber : Sauran Mangose - Tokoh Adat Buntu Burake)

(Stianty Yosi Batara)