Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Kabupaten Tana Toraja merupakan manivestasi dari aktivitas masyarakat, karena itu pola penggunaan tanah adalah salah satu refleksi dari bentuk hubungan antara masyarakat dengan lingkungannya. Intensitas penggunaan lahan merupakan pencerminan potensi wilayah yang bersangkutan. Adapun rincian penggunaan lahan di Kabupaten Tana Toraja tahun 2010 yang dikategorikan kedalam dua aspek, sebagai berikut:

  1. Lahan kering (not wetland) dengan luas 194.994 Ha, kategori lahan ini menyebar diseluruh kecamatan dan terluas di tiga Kecamatan, diantaranya Malimbong Balepe (20.831 Ha), Bonggakaradeng (20.530 Ha), Mengkendek (18.038 Ha). Penggunaan lahan kering ini diperuntukan sebagai areal hutan 41.595 Ha, tegalan dan perkebunan 35.602 Ha, padang rumput 14.439 Ha, pekarangan dan kolam 9.453 Ha, lainnya 93.907 Ha.
  2. Lahan Sawah (wetland) dengan luas 10.761 Ha, kategori penggunaan lahan ini hampir merata disemua kecamatan. Penggunaan lahan ini diperuntukkan sebagai areal persawahan dengan perincian :  pengairan sederhana PU seluas 521 Ha, pengairan non PU 3.187 Ha, sawah tadah hujan dan lainnya seluas 7.053 Ha.

Penggunaan lahan untuk areal hutan di Kabupaten Tana Toraja masih tergolong cukup luas yang terdiri dari hutan lindung dan hutan produksi (hutan negara). Selain hutan Negara Tana Toraja juga mempunyai hutan rakyat, dari hutan rakyat inilah masyarakat Toraja dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan kayu-kayuan. Luasnya hutan di Tana Toraja ini yang membentang hijau mulai dari utara sampai ke selatan juga berfunsi sebagai pelindung mata air, pencegah erosi dan banjir, dan sangat memungkinkan untuk pengembangan menjadi hutan wisata sebagai salah satu paket ekowisata/ekotourisme.

Di sektor pertanian, penggunaan lahan merupakan sesuatu yang sangat vital hal ini terlihat pada luas area persawahan yang mencapai 10.761 Ha dengan dukungan pengairan yang cukup memadai. Kegiatan pertanian bagi masyarakat Toraja selain dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok dan peningkatan sektor ekonomi, juga merupakan hal yang simbiolik. Semakin luas sawah yang dimiliki seseorang, semakin tinggi status sosial yang disandangnya.

Sektor perkebunan juga sangat penting bagi masyarakat Tana Toraja. Luas penggunaan lahan untuk areal perkebunan dan tegalan mencapai hingga 35.602 Ha, dengan sebaran terluas berada di Kecamatan Mengkendek 6.590 Ha, Masanda 5.426 Ha, Kecamatan Rembon 4.876, Kecamatan Bittuang 4.195 Ha, dan sisanya menyebar di 15 kecamatan lainnya. Pada umumnya tanaman perkebunan yang cukup dominan di Kabupaten Tana Toraja adalah kopi arabica 2.351,00 ton pada tahun 2009 dan coklat 2.277,00 ton pada tahun 2009.

Penggunaan kawasan alam lainnya di Tana Toraja merupakan areal pemukiman, peternakan, perikanan, industri dan perdagangan, serta pertambangan yang terdapat pada lapisan tanah kawasan pegunungan dan dataran rendah yang mengandung bahan galian tambang dengan deposit yang cukup besar.

 

                                 PETA PENGGUNAAN LAHAN KABUPATEN TANA TORAJA